Rabu, 19 November 2014

politik versi rakyat


Arti Politik Versi Rakyat


Setiap kalangan mempunyai pandangan yang berbeda dalam dimensi politik. Misalnya saja para mahasiswa atau para intelektual menyatakan bahwa politik adalah suatu dimensi ilmu yang membahas tentang aspek negara, kekuasaan, dan bagimana cara meraih serta mempertahankannya demi mewujudkan tujuan bersama.

Pemahaman politik tersebut menjadi beragam intinya jika para akademisi maupun kaum intelektual beranggapan bahwa negara dan tujuan bersama harus diwujudkan. Sementara para politisi beranggapan bahwa politik merupakan cara meraih kekuasaan serta mempertahankannya. Berbeda dengan masyarakat yang beranggapan bahwa politik menjurus ke hal yang sifatnya negatif. Ironis memang bahwa dimensi politik itu dianggap oleh masyarakat merupakan tatanan yang sangat buruk dan sifatnya destruktif.

Banyak masyarakat umum yang merasa tabu mendengar kata politik. Mereka  memahami dengan konotasi negatif. Jika ditanya persepsi apa yang muncul jika mendengar kata politik, jawabanya beragam. Politik identik dengan  korupsi, perebutan kekuasaan, strategi, menghalalkan segala cara, partai. Kenyataanya apakah memang seperti itu pengertian dasar dari politik itu sendiri… ? coba kita pelajari lebih mendalam; apasih arti pilitik, mengapa kita harus berpolitik, bagaimana seharusnya kita berpolitik ?.

Masyarakat Indonesia dihadapkan dengan system pemerintahan yang berubah-ubah dari tahun 1945 di zaman pemerintahan Soekarno saat kemerdekaan sampai Jokowi di tahun 2014 sekarang. Hal tersebut membuat masyarakat dihadapkan dengan system perpolitikan yang kompleks disetiap pemerintahanya. Gaya kepemimpinan yang korup, otoriter, perebutan kekuasaan, dan politik partai serta berbagai gejolak politik yang ada membuat frame pemikiran masyarat Indonesia menginterpretasikan arti politik dengan berbagai penafsiran.

Memahami pengertian dasar dari politik pada hakikatnya kita mempelajari tentang ‘kenegaraan’. Politik adalah ilmu tentang Negara, tentang pemerintah atau pengetahuan tentang hidup bernegara. Menurut Prof Miriam Budiarjo, mengatakan bahwa “politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistim politik (negara) yang menyangkut menentukan tujuan-tujuan dari sistim itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu”.

Dalam konsep tersebut dapat dilihat bahwa tujuan utama ilmu politik adalah untuk negara, dan bukan hanya sekedar kekuasaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kekuasaan adalah salah satu unsur penting dalam ilmu politik, tapi kita tidak dapat “melewati” begitu saja unsur yang sangat penting dalam konsep tersebut, yaitu negara (tujuan negara). “Kekuasaan” dalam konsep tersebut adalah hanya sebagai alat untuk mewujudkan tujuan negara. Landasan dasar politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat, dan bukan tujuan pribadi seseorang, apakah dengan kalimat seperti ini masih ingin menyebut bahwa ilmu politik adalah “ilmu yang mempelajari bagaimana mendapatkan kekuasaan ?... “setelah kita mengetahui akar permasalahannya, maka titik tekan utama adalah pada oknum, kelompok dan organisasi yang menjalankan dan mengendalikan system politik tersebut.

Dari sinilah mari kita membedakan, bagaimana politik diartikan dari sudut pandang orang yang menjalankan system politik itu sendiri jika mereka menggunakan cara dan strategi yang baik, maka politik pun akan dinilai baik. Tetapi jika menyalahgunakan otoritas kekuasaanya dalam menjalankan system perpolitikan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kepentingan sepihak atau golongan, maka politik akan dinilai sebagai sebuah jalan yang buruk. inilah yang menjadikan masyarakat menilai politik dengan anggapan yang miring.

Penyadaran kepada masyarakat perlu ditumbuhkan tentang arti penting politik. Tidak semestinya hanya karena pelaksanaan system perpolitikan yang buruk karena oknum atau golongan menjadikan kita memandang politik suatu yang negatif apalagi sampai bersikap  apatis. Persepsi buruk tetang politik harus kita ubah. Kenyataanya dengan berpolitik kita dapat memperoleh wawasan, pengetahuan, dan pemahaman tentang politik, baik sebagai ilmu maupun proses kegiatan sehingga tidak hanya menjastis politik itu buruk, tetapi juga dapat mengetahui darimana akar penyebab permasalahan dan dapat berkontribusi dalam perbaikan politik itu sendiri.

Tentunya kita dapat menarik kesimpulan bahwa politik itu hanya sebuah skema dalam keilmuan sementara arah politik itu sendiri dilakukan oleh aktor selaku pelaksana. Aktor ini yang membawa dan mengarahkan system politik itu sendiri menuju sisi positif atau negatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar